Rabu, 04 Desember 2013

Ulangan 18 : 9-14

A.    Pendahuluan
      Bangsa Israel pilihan Allah yang telah mengalami perbudakan selama 400 tahun di Mesir, abdi Allah, Musa yang memimpin bangsa Israel 2 juta orang menuju tanah perjanjian (Kanaan). Mendapat perintah untuk melakukan yang benar dihadapan Tuhan.
B.     Hidup yang dikehendaki Allah
I.   Hidup berbeda dengan orang yang tidak mengena Allah    (ayat 9)
- Menaruh pengharapan hanya kepada Allah        (ayat 10)
- Mengandalkan kekuatan Allah                            (ayat 11,12)
     Bangsa kanaan  yang kehidupan dengan melakukan kejahatan dimata Tuhan, mempersembahkan ana-anak laki dan perempuan kepada dewa yang disembah untuk mendapatkan kekayaan dan melakukan ilmu tenung, peramal, penyihir, dan melakukan penyembahan kepada arwah-arwah orang mati. Mengandalkan kekuatan manusia dan kekejian yang dilakukan sangat tidak disukai oleh Allah, bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah tidak dikehendaki untuk melakukan hal yang dilakukan bangsa Kanaan, bangsa Israel harus berbeda sebagai umat yang telah mengenal kebenaran dan yang memegang perintah Allah.

II.       Hidup benar di hadapan Alla                               (ayat 13)
-   Melakukan perintah Allah                 (ayat 13)
-   Hidup dengan kekudusan                   (ayat 14)
Allah menghendaki hidup yang benar sebelum menerima tanah perjanjian, bangsa Israel tidak dapat kompromi dengan dosa yang dilakukan bangsa yang tidak mengenal Allah,  bangsa Israel tidak boleh melanggar perintah Allah sedikitpun dengan selalu melakukan kehendak-Nya, menjaga hidup dengan kekudusan, tidak sekali-kali melakukan hanya untuk mencoba tetapi harus kudus karena perintahnya sangat tegas yang Allah lakukan kepada bangsa Israel.

C. Penutup
    Dengan demikian hidup seperti apakah yang dikehendaki oleh Allah ? yang pertama hidup berbeda dengan orang yang tidak mengenal Allah, yang selalu hanya berharap kepada-Nya dan mengandalkan kekuatan-Nya. Yang kedua hidup benar dihadapan Allah, dengan selalu melakukan perintah Allah dan dengan menjaga kekudusan.
     Sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus maka yang harus dilakukan harus sikap tindakan dan perkataan harus berbeda dengan orang yang tidak percaya pada Kristus, menunjukan sikap yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar