Hidup yang di kehendaki Oleh Tuhan
Yohanes 15 : 1- 4
Arah : Apakah
Kalimat peralihan :
setiap orang yang telah percaya ditebus dengan darah yang mahal, pengorbanan
Tuhan Yesus. Apakah yang Tuhan kehendaki dalam
kehidupan kita orang-orang percaya
selama berada di dunia
•
Hidup untuk berbuah
- ranting tidak
berbuah dipotong-Nya
(ayat 2 )
- ranting yang
berbuah dibersihkan-Nya (ayat
2)
supaya lebih banyak buahnya
•
Tinggal didalam Tuhan
–
tidak mengadalkan
kekuatan sendiri (ayat
4)
–
mengandalkan
Tuhan
(ayat 4)
PENDAHULUAN
Di dalam kehidupan
kita terkadang mengalami banyak masalah yang tidak ada penyelesaiannya
keputusasaan sering terjadi walaupun telah sekian lama kita mengikuti Tuhan,
namun tidak memberikan dampak dari hasil pertobatan buah-buah yang dihasilkan
tidak memberikan pengaruh bagi orang lain percaya kepada Kristus, orang tidak
melihat bahwa kita sebagai pengikut Tuhan Yesus dengan perbuatan tingkah laku
dan perkataan yang tidak mencerminkan pengikut Kristus. Kita akan belajar
besama-sama
pertama
I. Hidup
untuk berbuah
Tuhan Yesus
menyatakan Akulah pokok anggur yang benar ayat 1, hal ini yang menyatakan bahwa
hanya Tuhan Yesus yang memiliki kebenaran, yang telah membenarkan dan menebus
setiap orang yang telah berdosa dan yang percaya kepada-Nya dibenarkan oleh
penebusan darah yang mahal yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, setiap orang yang
telah hidup dan memiliki kebenaran harus melakukan kehendak Tuhan tinggal pada
pokok anggur yaitu Tuhan Yesus sendiri. Oleh karena itu kita yang telah
ditebus-Nya menjadi ranting dikatakan bagaimana ranting yang tinggal pada pokok
anggur yang benar dunia memberikan banyak tawaran dan memberikan kemudahan yang
menjanjikan tetapi tidak memiliki kebenaran, hanya melalui Tuhan Yesus kita
akan mendapatkan ketenangan dalam hidup karena IA adalah kebenaran oleh
karenanya kita menjadadi ranting-ranting yang turut kehendak-Nya. Dengan hidup
untuk berbuah kebenaran seruai amar Tuhan Yesus, membritakan firman dan
melakukan hal yang baik dihadapan Tuhan
poin pertama pada
ayat ke 2 ranting yang tidak berbuah
dipotong-Nya, Tuhan Yesus menghendaki kepada umat-Nya untuk menghasilkan
buah-buah yang baik, dengan kita tinggal pada pokok anggur yang benar
mengahasilkan buah kebenaran, Tuhan menginginkan kita untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kita harus
menjadi berkat bagi orang lain dengan kehadiran kita melalui, perkataan dan
perbuatan agar semua orang mengenal Allah melalui cara hidup yang kita lakukan,
Ia tidak menginginkan anak-anak-Nya tidak memberikan dampak apapun dengan tidak
menghasilkan buah, dan Ia mengakatakan ranting yang tidak berbuah di
potong-Nya, karena sudah tidak ada gunanya lagi, sudah menjadi sampah tidak ada
buah yang dihasilkan, setiap orang yang telah tau dan mengenal Tuhan Yesus,
tetapi masih melakukan banyak sekali dosa, dan tidak memberikan berkat hanya melakukan
kejahatan tidak menghargai penebusan oleh Tuhan Yesus maka orang tersebut tidak
lagi disebut sebagai anak-anak Allah, akan dicampakan kedalam penghukuman
kekal. Zaman sekarang ini juga banyak hamba Tuhan yang tidak menghasilkan buah
kebenaran, melakukan berbagai macam dosa yang membuat nama Tuhan tidak
ditinggikan dan dianggungkan oleh karena perbuatan hamba Tuhan yang menjadikan
dosa sebagai sesuatu yang biasa dan mengangap remeh, sehingga banyak hamba
Tuhan yang tidak dipakai Tuhan untuk melayani di Gereja, di persekutuan dan
tidak diperkenankan memimpin umat Tuhan, karena dosa yang dilakukan Tuhan tidak
menginginkan nama-Nya dipermainkan oleh pelanggan yang dilakukan, oleh karena
itu kita harus menjaga hidup dengan baik, untuk tetap setia kepada Tuhan gar
dapat menghasilkan buah yang dikehendaki oleh Tuhan
Kedua setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, supaya lebih banyak
buah yang di hasilkanya. Setiap petani menginginkan hasil yang baik dengan
jumlah yang banyak, dengan kualitas yang baik dari kerja kerasnya selama
menanam ia pastinya akan memelihara merawat setiap tanamannya, ketika tanaman
itu menghasilkan buah yang baik tentunya akan lebih memperhatikan dan
merawatnya bahkan tidak pernah ditinggalkannya, agar tanaman itu tetap terjaga tidak
ada pencuri yang mengambilnya, mengatasi hama penyakit, karena hasil tanaman
itu untuk menunjang kehidupan keluarga maka dari itu tenaga untuk menjaganya
lebih agar tanaman itu tumbuh dengan baik. Dikatakan pada ayat 2 setiap
ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, kita tidak sendirian mejalani
kehidupan ada penyertaan yang selalu diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang
yang percaya kepada-Nya, pemeliharaan dan keselamatan diberikan kepada orang
yang mau menjalankan semua perintah-Nya, ada usaha yang diberikan oleh Tuhan,
Tuhan kita bukan Tuhan yang diam dan tidak hidup, Dia hidup bersama-sama dengan
kita memberikan kekuatan dalam kelemahan dan ketidak berdayaan yang kita alami,
ia tidak ingin kita hidup dengan kotor dan tidak memberikan dampak buah yang
dihasilkan Tuhan tetap setia memberihkan kita dari dosa ketika kita jatuh
kedalam dosa, tetapi Dia ingin kita tidak terus menerus mengulang kesalahan
yang sama kita telah bersih oleh penebusan Yesus Kristus yang rela mati untuk
semua umat manusia yang bedosa, oleh karena itu harus menunjukan buah
kebenaran, walaupun ada orang yang tidak
senang dengan kita, ketika melakukan kehendak-Nya penyertaan Tuhan tetap-Nya.
Ia menghendaki setiap anak- menghasilkan buah pertobatan dengan menghasilkan
dampak dari pertobatannya yang di berikan kepada orang lain, penyertaan dan
perlindungan diberikan kepada anak-anak Tuhan yang setia kepada-Nya yang selalu
bergantung kepadanya Tuhan akan
mencurahkan berkat kepada hamba yang setia, agar hamba itu menjadi berkat bagi
orang lain, banyak hamba Tuhan yang terus menerus diberkati Tuhan walaupun
banyak rintangan tetapi penyertaan Tuhan tetap setia menopang, menjaga dan
memelihara, tidak dibiarkannya begitu saja, para misionaris, hamba Tuhan yang
melayani di pedalaman jauh dari segala fasilitas yang ada tetapi Tuhan tetap
menjaga dan memelihara, begitu pula dengan kita ketika kita melakukan hal yang
baik, tetapi mengalami berbagai macam masalah tetapi Tuhan tetap menjaga
memberikan kesehatan, kekuatan, bahkan karunia keselamatan yang diberikan
Cuma-Cuma kepada kita, dan dilayakan untuk melakukan pekerjaan Tuhan, untuk
melayani Tuhan. supaya lebih banyak buah yang di hasilkanya, ada maksud dan
tujuan didalam setiap kehidupan kita, ketika pemeliharaan dan juga kesehatan
bahkan karunia keselamatan diberikan Tuhan menginginkan kepada kita untuk
menghasilkan lebih banyak buah, artinya kita harus melakukan kehendak-Nya terus
menerus, agar nama Tuhan dipuji dan dianggungkan, ketika kita kita melakukan
kebaikan tidak hanya ditujukan kepada satu atau dua orang yang kita kenal,
karena saudara, atau pun orang yang kita kasihi tetapi kepada semua orang, jika
kita merintis sebuah jemaat atau gereja, kita tidak hanya memikirkan jemaat itu
saja, tetapi bagaimana kita dapat menjangkau orang-orang yang lain, yang belum
percaya kepada Tuhan, sama seperti yang dilakukan oleh Rasul Paulus, Ia
merintis banyak jemaat untuk Tuhan hasil dari pertobatanya, walaupun mengalami
banyak penderitaan tetapi penyertaan Tuhan tetap nyata, bukan hanya satu jemaat
lalu berhenti tetapi secara terus menerus, dan dengan sukacita bahkan sampai
mengorbankan nyawanya, tetunya menjadi teladan bagi setiap orang percaya dengan
apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus.
Ilustrasi
Bunda Teresa, seorang yang memberi hatinya untuk melayani di
tengah-tengah masyarakat lahir di Albania pada 26 Agustus 1910, ia merespons
panggilan Tuhan untuk menjadi biarawati misionaris Katolik. ia memilih nama Teresa dari Santa Theresa Lisieux.
Suster Teresa pun dikirim ke India untuk menjalani pendidikan
sebagai seorang biarawati. Di sana ia
mengajarkan geografi dan katekisasi. Akan tetapi, kesehatannya memburuk. Ia
menderita TBC sehingga tidak bisa lagi mengajar. Untuk memulihkan kesehatannya,
Dan pada 17 Agustus 1948, untuk pertama kalinya ia memakai pakaian putih yang
dilengkapi dengan kain sari bergaris biru. Ia memulai pelayanannya dengan
membuka sebuah sekolah pada 21 Desember 1948 di lingkungan yang kumuh. Karena
tidak memiliki dana, ia membuka sekolah terbuka, di sebuah taman. Di sana ia
mengajarkan pentingnya pengenalan akan hidup yang sehat, di samping mengajarkan
membaca dan menulis pada anak-anak yang miskin. Selain itu, berbekal
pengetahuan medis, ia juga membawa anak-anak yang sakit ke rumahnya dan merawat
mereka. Tuhan memang tidak pernah
membiarkan anak-anak-Nya berjuang sendirian. Inilah yang dirasakan oleh
Bunda Teresa tatkala perjuangannya mulai mendapat perhatian, tidak hanya
individu-individu, melainkan juga dari berbagai organisasi gereja. Pada 19
Maret 1949, salah seorang muridnya di St. Mary bergabung dengannya. Puncaknya
ialah pada tahun 1979 tatkala ia memperoleh hadiah Nobel Perdamaian. Hadiah
uang sebesar $6.000 yang diperolehnya disumbangkan kepada masyarakat miskin di
Kalkuta. Hadiah tersebut memungkinkannya untuk memberi makan ratusan orang
selama setahun penuh. Ia berkata bahwa penghargaan
duniawi menjadi penting hanya ketika penghargaan tersebut dapat membantunya
menolong dunia yang membutuhkan. Pada tahun 1985, Bunda Teresa mendirikan
pusat rehabilitasi pertama bagi korban AIDS, menolong korban kelaparan, korban
radiasi di Chernobyl, dan korban gempa bumi di Armenia.
Memasuki tahun 1990-an, kondisi tubuh Bunda Teresa tidak
mengizinkannya melakukan aktivitas yang berlebihan, khususnya setelah serangan
jantung pada 1989.
Bunda Teresa
akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 September 1997 dalam usia 87 sebagian besar yang menghadiri upacara
tersebut adalah orang-orang yang selama ini dilayani oleh Bunda Teresa. Kita
mengenal tokoh yang telah memberikan dampak kepada dunia, dengan buah-buah pertobatan yang dihasilkan, bunda Theresia yang
telah memberikan pengaruh teladan yang baik ketika semasa hidupnya dipakai
Tuhan dengan luar biasa, ia meiliki belas kasihan kepada semua orang, bukan
hanya kepada orang katolik agama yang di anutnya, tetapi juga ia dengan
kesungguhan hati melayani orang yang menderita, miskin, sakit, bukan saja orang
katolik tetapi semua orang, orang hindu, islam dan agama yang lain dengan
menunjukan kasih, dan dilakukannya secara terus menerus dan keberbagai tempat,
mebangun rumah sakit, panti asuhan sekolah dan tempat perawatan untuk mereka
yang miskin dan menderita. Meskipun mendapat tantangan, kelelahan, dan berbagai
macam permasalahan dengan orang-orang yang tidak menyukai pelayanannya dan
keuangan yang tidak mencupi, tetapi penyertaan Tuhan tetap nyata kepada
orang-orang yang melakukan pekerjaannya dengan setia
Kegal
Tinggal di dalam Tuhan
n yang telah di sampaikan dan
setiap orang yang telah percaya harus senantiasa melakukan apa yang telah di
firmankan oleh Tuhan, Tuhan akan tinggal didalam kehidupan kita agar selalu
mendapat tuntunan dari-Nya dengan itu kita mampu menghadapi setiap permasalahan
tidak mengandalkan kekuatan sendiri ayat
4 dikatankan sebab ranting tidak dapat menghasilkan buah dari dirinya sendiri,
dengan tinggal pada poko anggur yang benar maka ranting dapat menghasilkan buah
kebenaran yang baik, oleh karena itu kita harus tinggal dalam Kristus agar
memiliki buah yang baik, kita tidak mampu menghadapi setiap permasalahan dalam
hidup ini jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri perlu Tuhan yang menuntun,
dan kita bukan hanya tinggal tanpa melalukan sesuatu apapun tetapi selalu hanya
berharap kepada Tuhan, demikian kamu
tidak berbuah jika tidak tinggal didalam Aku, penegasan yang dikatakan oleh
Tuhan Yesus menjelaskan bahwa hanya melalui diri-Nya maka kita akan
menghasilkan buah kebenaran, karena hanya Tuhan Yesus yang benar, harus hidup
seturut kehendak Tuhan Yesus tidak tinggal dengan mengandalkan kekuatan
sendiri, maupun percaya kepada kepercayaan yang tidak memberikan pengharapan,
Tuhan Yesus mengatakan diluat Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa, sangat
mustahil bagi kita untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi,
dengan kita bersamdar kepada Tuhan Yesus tinggal didalamnya, maka kita mampu
mengatasi permasalahan yang dihadapi. Ia memmapukan memberikan pertolongan dan
kekuatan kepada kita untuk menjadi orang-orang menghasilkan buah, Didalam Aku
artinya dengan menenpatkan Tuhan Yesus yang utama, menjadi juru mudi yang
mengandalikan kehidupan kita, kita tidak menjadi bimbang, karena Tuhan
menyertai kita, dengan kita tinggal didalam Yesus, maka Yesus akan tinggal
didalam kehidupan kita, memperbaharui kehidupan dan menuntun kehidupan kita
kepada kebenaran.
KESIMPULAN
Dengan demikian
maka Apakah yang Tuhan kehendaki dalam
kehidupan kita orang-orang
percaya selama berada di dunia ? yaitu : hidup untuk berbuah dan tinggal di
dalam Tuhan. inilah yang Tuhan kehendaki kepada semua umat-Nya, kiranya Firman
yang telah disampaikan menjadi berkat kita semua, Amin Tuhan Yesus memberkati.
Doa Penutup
Terima kasih Tuhan
atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk kami belajar agar dapat
mengerti dan memahami betapa Engkau mengasihi Kami, biarlah kami hanya
mengandalkan Engkau untuk hidup selalu menghasilkan buah-buah yang baik agar
kehidupan kami menjadi teladan. dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa Amin.