Rabu, 19 Juni 2013


 Hidup yang di kehendaki Oleh Tuhan
Yohanes 15 : 1- 4

 Arah  : Apakah
Kalimat peralihan : setiap orang yang telah percaya ditebus dengan darah yang mahal, pengorbanan Tuhan Yesus. Apakah yang Tuhan kehendaki dalam  kehidupan  kita orang-orang percaya selama berada di dunia

                   Hidup untuk berbuah                               
- ranting tidak berbuah dipotong-Nya                 (ayat 2 )
- ranting yang berbuah dibersihkan-Nya             (ayat 2)
  supaya lebih banyak buahnya

                   Tinggal didalam Tuhan                          
                    tidak mengadalkan kekuatan sendiri                  (ayat 4)
                    mengandalkan Tuhan                                         (ayat 4)

PENDAHULUAN
Di dalam kehidupan kita terkadang mengalami banyak masalah yang tidak ada penyelesaiannya keputusasaan sering terjadi walaupun telah sekian lama kita mengikuti Tuhan, namun tidak memberikan dampak dari hasil pertobatan buah-buah yang dihasilkan tidak memberikan pengaruh bagi orang lain percaya kepada Kristus, orang tidak melihat bahwa kita sebagai pengikut Tuhan Yesus dengan perbuatan tingkah laku dan perkataan yang tidak mencerminkan pengikut Kristus. Kita akan belajar besama-sama

pertama
I. Hidup untuk berbuah
Tuhan Yesus menyatakan Akulah pokok anggur yang benar ayat 1, hal ini yang menyatakan bahwa hanya Tuhan Yesus yang memiliki kebenaran, yang telah membenarkan dan menebus setiap orang yang telah berdosa dan yang percaya kepada-Nya dibenarkan oleh penebusan darah yang mahal yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, setiap orang yang telah hidup dan memiliki kebenaran harus melakukan kehendak Tuhan tinggal pada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus sendiri. Oleh karena itu kita yang telah ditebus-Nya menjadi ranting dikatakan bagaimana ranting yang tinggal pada pokok anggur yang benar dunia memberikan banyak tawaran dan memberikan kemudahan yang menjanjikan tetapi tidak memiliki kebenaran, hanya melalui Tuhan Yesus kita akan mendapatkan ketenangan dalam hidup karena IA adalah kebenaran oleh karenanya kita menjadadi ranting-ranting yang turut kehendak-Nya. Dengan hidup untuk berbuah kebenaran seruai amar Tuhan Yesus, membritakan firman dan melakukan hal yang baik dihadapan Tuhan 
poin pertama pada ayat ke 2 ranting yang tidak berbuah dipotong-Nya, Tuhan Yesus menghendaki kepada umat-Nya untuk menghasilkan buah-buah yang baik, dengan kita tinggal pada pokok anggur yang benar mengahasilkan buah kebenaran, Tuhan menginginkan kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kita harus menjadi berkat bagi orang lain dengan kehadiran kita melalui, perkataan dan perbuatan agar semua orang mengenal Allah melalui cara hidup yang kita lakukan, Ia tidak menginginkan anak-anak-Nya tidak memberikan dampak apapun dengan tidak menghasilkan buah, dan Ia mengakatakan ranting yang tidak berbuah di potong-Nya, karena sudah tidak ada gunanya lagi, sudah menjadi sampah tidak ada buah yang dihasilkan, setiap orang yang telah tau dan mengenal Tuhan Yesus, tetapi masih melakukan banyak sekali dosa, dan tidak memberikan berkat hanya melakukan kejahatan tidak menghargai penebusan oleh Tuhan Yesus maka orang tersebut tidak lagi disebut sebagai anak-anak Allah, akan dicampakan kedalam penghukuman kekal. Zaman sekarang ini juga banyak hamba Tuhan yang tidak menghasilkan buah kebenaran, melakukan berbagai macam dosa yang membuat nama Tuhan tidak ditinggikan dan dianggungkan oleh karena perbuatan hamba Tuhan yang menjadikan dosa sebagai sesuatu yang biasa dan mengangap remeh, sehingga banyak hamba Tuhan yang tidak dipakai Tuhan untuk melayani di Gereja, di persekutuan dan tidak diperkenankan memimpin umat Tuhan, karena dosa yang dilakukan Tuhan tidak menginginkan nama-Nya dipermainkan oleh pelanggan yang dilakukan, oleh karena itu kita harus menjaga hidup dengan baik, untuk tetap setia kepada Tuhan gar dapat menghasilkan buah yang dikehendaki oleh Tuhan
 Kedua setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, supaya lebih banyak buah yang di hasilkanya. Setiap petani menginginkan hasil yang baik dengan jumlah yang banyak, dengan kualitas yang baik dari kerja kerasnya selama menanam ia pastinya akan memelihara merawat setiap tanamannya, ketika tanaman itu menghasilkan buah yang baik tentunya akan lebih memperhatikan dan merawatnya bahkan tidak pernah ditinggalkannya, agar tanaman itu tetap terjaga tidak ada pencuri yang mengambilnya, mengatasi hama penyakit, karena hasil tanaman itu untuk menunjang kehidupan keluarga maka dari itu tenaga untuk menjaganya lebih agar tanaman itu tumbuh dengan baik. Dikatakan pada ayat 2 setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, kita tidak sendirian mejalani kehidupan ada penyertaan yang selalu diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, pemeliharaan dan keselamatan diberikan kepada orang yang mau menjalankan semua perintah-Nya, ada usaha yang diberikan oleh Tuhan, Tuhan kita bukan Tuhan yang diam dan tidak hidup, Dia hidup bersama-sama dengan kita memberikan kekuatan dalam kelemahan dan ketidak berdayaan yang kita alami, ia tidak ingin kita hidup dengan kotor dan tidak memberikan dampak buah yang dihasilkan Tuhan tetap setia memberihkan kita dari dosa ketika kita jatuh kedalam dosa, tetapi Dia ingin kita tidak terus menerus mengulang kesalahan yang sama kita telah bersih oleh penebusan Yesus Kristus yang rela mati untuk semua umat manusia yang bedosa, oleh karena itu harus menunjukan buah kebenaran,  walaupun ada orang yang tidak senang dengan kita, ketika melakukan kehendak-Nya penyertaan Tuhan tetap-Nya. Ia menghendaki setiap anak- menghasilkan buah pertobatan dengan menghasilkan dampak dari pertobatannya yang di berikan kepada orang lain, penyertaan dan perlindungan diberikan kepada anak-anak Tuhan yang setia kepada-Nya yang selalu bergantung kepadanya Tuhan  akan mencurahkan berkat kepada hamba yang setia, agar hamba itu menjadi berkat bagi orang lain, banyak hamba Tuhan yang terus menerus diberkati Tuhan walaupun banyak rintangan tetapi penyertaan Tuhan tetap setia menopang, menjaga dan memelihara, tidak dibiarkannya begitu saja, para misionaris, hamba Tuhan yang melayani di pedalaman jauh dari segala fasilitas yang ada tetapi Tuhan tetap menjaga dan memelihara, begitu pula dengan kita ketika kita melakukan hal yang baik, tetapi mengalami berbagai macam masalah tetapi Tuhan tetap menjaga memberikan kesehatan, kekuatan, bahkan karunia keselamatan yang diberikan Cuma-Cuma kepada kita, dan dilayakan untuk melakukan pekerjaan Tuhan, untuk melayani Tuhan. supaya lebih banyak buah yang di hasilkanya, ada maksud dan tujuan didalam setiap kehidupan kita, ketika pemeliharaan dan juga kesehatan bahkan karunia keselamatan diberikan Tuhan menginginkan kepada kita untuk menghasilkan lebih banyak buah, artinya kita harus melakukan kehendak-Nya terus menerus, agar nama Tuhan dipuji dan dianggungkan, ketika kita kita melakukan kebaikan tidak hanya ditujukan kepada satu atau dua orang yang kita kenal, karena saudara, atau pun orang yang kita kasihi tetapi kepada semua orang, jika kita merintis sebuah jemaat atau gereja, kita tidak hanya memikirkan jemaat itu saja, tetapi bagaimana kita dapat menjangkau orang-orang yang lain, yang belum percaya kepada Tuhan, sama seperti yang dilakukan oleh Rasul Paulus, Ia merintis banyak jemaat untuk Tuhan hasil dari pertobatanya, walaupun mengalami banyak penderitaan tetapi penyertaan Tuhan tetap nyata, bukan hanya satu jemaat lalu berhenti tetapi secara terus menerus, dan dengan sukacita bahkan sampai mengorbankan nyawanya, tetunya menjadi teladan bagi setiap orang percaya dengan apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus. 
Ilustrasi

Bunda Teresa, seorang yang memberi hatinya untuk melayani di tengah-tengah masyarakat lahir di Albania pada 26 Agustus 1910, ia merespons panggilan Tuhan untuk menjadi biarawati misionaris Katolik. ia memilih nama Teresa dari Santa Theresa Lisieux.
Suster Teresa pun dikirim ke India untuk menjalani pendidikan sebagai seorang biarawati.  Di sana ia mengajarkan geografi dan katekisasi. Akan tetapi, kesehatannya memburuk. Ia menderita TBC sehingga tidak bisa lagi mengajar. Untuk memulihkan kesehatannya, Dan pada 17 Agustus 1948, untuk pertama kalinya ia memakai pakaian putih yang dilengkapi dengan kain sari bergaris biru. Ia memulai pelayanannya dengan membuka sebuah sekolah pada 21 Desember 1948 di lingkungan yang kumuh. Karena tidak memiliki dana, ia membuka sekolah terbuka, di sebuah taman. Di sana ia mengajarkan pentingnya pengenalan akan hidup yang sehat, di samping mengajarkan membaca dan menulis pada anak-anak yang miskin. Selain itu, berbekal pengetahuan medis, ia juga membawa anak-anak yang sakit ke rumahnya dan merawat mereka. Tuhan memang tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya berjuang sendirian. Inilah yang dirasakan oleh Bunda Teresa tatkala perjuangannya mulai mendapat perhatian, tidak hanya individu-individu, melainkan juga dari berbagai organisasi gereja. Pada 19 Maret 1949, salah seorang muridnya di St. Mary bergabung dengannya. Puncaknya ialah pada tahun 1979 tatkala ia memperoleh hadiah Nobel Perdamaian. Hadiah uang sebesar $6.000 yang diperolehnya disumbangkan kepada masyarakat miskin di Kalkuta. Hadiah tersebut memungkinkannya untuk memberi makan ratusan orang selama setahun penuh. Ia berkata bahwa penghargaan duniawi menjadi penting hanya ketika penghargaan tersebut dapat membantunya menolong dunia yang membutuhkan. Pada tahun 1985, Bunda Teresa mendirikan pusat rehabilitasi pertama bagi korban AIDS, menolong korban kelaparan, korban radiasi di Chernobyl, dan korban gempa bumi di Armenia.
Memasuki tahun 1990-an, kondisi tubuh Bunda Teresa tidak mengizinkannya melakukan aktivitas yang berlebihan, khususnya setelah serangan jantung pada 1989.
Bunda Teresa akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 September 1997 dalam usia 87 sebagian besar yang menghadiri upacara tersebut adalah orang-orang yang selama ini dilayani oleh Bunda Teresa. Kita mengenal tokoh yang telah memberikan dampak kepada dunia, dengan buah-buah pertobatan yang dihasilkan, bunda Theresia yang telah memberikan pengaruh teladan yang baik ketika semasa hidupnya dipakai Tuhan dengan luar biasa, ia meiliki belas kasihan kepada semua orang, bukan hanya kepada orang katolik agama yang di anutnya, tetapi juga ia dengan kesungguhan hati melayani orang yang menderita, miskin, sakit, bukan saja orang katolik tetapi semua orang, orang hindu, islam dan agama yang lain dengan menunjukan kasih, dan dilakukannya secara terus menerus dan keberbagai tempat, mebangun rumah sakit, panti asuhan sekolah dan tempat perawatan untuk mereka yang miskin dan menderita. Meskipun mendapat tantangan, kelelahan, dan berbagai macam permasalahan dengan orang-orang yang tidak menyukai pelayanannya dan keuangan yang tidak mencupi, tetapi penyertaan Tuhan tetap nyata kepada orang-orang yang melakukan pekerjaannya dengan setia
 
Kegal 
Tinggal di dalam Tuhan
n yang telah di sampaikan dan setiap orang yang telah percaya harus senantiasa melakukan apa yang telah di firmankan oleh Tuhan, Tuhan akan tinggal didalam kehidupan kita agar selalu mendapat tuntunan dari-Nya dengan itu kita mampu menghadapi setiap permasalahan tidak mengandalkan kekuatan sendiri ayat 4 dikatankan sebab ranting tidak dapat menghasilkan buah dari dirinya sendiri, dengan tinggal pada poko anggur yang benar maka ranting dapat menghasilkan buah kebenaran yang baik, oleh karena itu kita harus tinggal dalam Kristus agar memiliki buah yang baik, kita tidak mampu menghadapi setiap permasalahan dalam hidup ini jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri perlu Tuhan yang menuntun, dan kita bukan hanya tinggal tanpa melalukan sesuatu apapun tetapi selalu hanya berharap kepada Tuhan, demikian kamu tidak berbuah jika tidak tinggal didalam Aku, penegasan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus menjelaskan bahwa hanya melalui diri-Nya maka kita akan menghasilkan buah kebenaran, karena hanya Tuhan Yesus yang benar, harus hidup seturut kehendak Tuhan Yesus tidak tinggal dengan mengandalkan kekuatan sendiri, maupun percaya kepada kepercayaan yang tidak memberikan pengharapan, Tuhan Yesus mengatakan diluat Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa, sangat mustahil bagi kita untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi, dengan kita bersamdar kepada Tuhan Yesus tinggal didalamnya, maka kita mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Ia memmapukan memberikan pertolongan dan kekuatan kepada kita untuk menjadi orang-orang menghasilkan buah, Didalam Aku artinya dengan menenpatkan Tuhan Yesus yang utama, menjadi juru mudi yang mengandalikan kehidupan kita, kita tidak menjadi bimbang, karena Tuhan menyertai kita, dengan kita tinggal didalam Yesus, maka Yesus akan tinggal didalam kehidupan kita, memperbaharui kehidupan dan menuntun kehidupan kita kepada kebenaran.
KESIMPULAN
Dengan demikian maka Apakah yang Tuhan kehendaki dalam  kehidupan  kita orang-orang percaya selama berada di dunia ? yaitu : hidup untuk berbuah dan tinggal di dalam Tuhan. inilah yang Tuhan kehendaki kepada semua umat-Nya, kiranya Firman yang telah disampaikan menjadi berkat kita semua, Amin Tuhan Yesus memberkati.
Doa Penutup
Terima kasih Tuhan atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk kami belajar agar dapat mengerti dan memahami betapa Engkau mengasihi Kami, biarlah kami hanya mengandalkan Engkau untuk hidup selalu menghasilkan buah-buah yang baik agar kehidupan kami menjadi teladan. dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa Amin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar